Ini 5 Penyebab Klaim Asuransi Ditolak Dan Gagal

Klaim Asuransi Ditolak – Asuransi merupakan pertanggungan resiko dari perusahaan asuransi kepada pemegang polis. Pemegang polis berkewajiban membayarkan iuran atau kontribusi setiap bulannya. Sehingga saat suatu resiko terjadi pada pemegang polis, maka perusahaan asuransi akan menanggung resiko tersebut.

Saat terjadi sebuah resiko, pemegang polis dapat mengklaim asuransi. Namun, dalam beberapa kasus, klaim tersebut dapat ditolak oleh perusahaan asuransi? Kenapa? Untuk mengetahuinya, simak informasi 5 penyebab klaim asuransi ditolak berikut ini :

  1. Pengajuan Klaim Tidak Termasuk Dalam Klausul Asuransi

Penolakan klaim asuransi dapat terjadi karena klaim itu tidak terdapat pada klausul asuransi. Pada saat pendaftaran asuransi, akan dilakukan penandatanganan kesepakatan asuransi. Dalam kesepakatan tersebut, tertera resiko apa saja yang menjadi tanggungjawab perusahaan asuransi.Baca Prosedur Asuransi Jiwa Allianz Klaim Komplain Nasabah (Pengalaman Kami)

Advertisements

Misalnya, pada asuransi mobil, ada jenis asuransi yang dapat diklaim hanya ketika mobil itu hilang atau dicuri (Total Loss Only). Jika menggunakan jenis asuransi ini, maka pemegang polis tidak akan dapat melakukan klaim ketika mobilnya penyok atau mengalami kecelakaan.

Karena itu, sangatlah penting untuk mengetahui resiko-resiko apa saja yang dapat diklaim. Biasanya, semakin banyak resiko yang bisa ditanggung oleh perusahaan asuransi, maka semakin mahal premi asuransi yang harus dibayarkan.

  1. Polis Asuransi yang Diklaim sedang Lapse atau Tidak Aktif

Sama halnya dengan kredit, pembayaran premi asuransi tidak boleh terlambat. Jika terlambat, maka secara otomatis polis asuransi akan berada dalam masa tenggang alias lapse.

Jika pada masa tenggang ini pemilik polis mengklaim asuransi, secara otomatis pihak asuransi akan menolak klaim tersebut. Agar klaim asuransi dapat diloloskan, maka pemegang polis harus membayarkan premi asuransi sehingga polisnya kembali aktif.

  1. Pemegang Polis Melakukan Klaim Melebihi Waktu yang Telah Ditentukan

Penolakan klaim asuransi juga dapat terjadi ketika pemegang polis terlambat mengajukan klaim asuransi. Tiap jenis asuransi memiliki batas waktu sendiri-sendiri untuk pengajuan klaimnya. Misal, untuk asuransi kesehatan atau asuransi jiwa, biasanya batas waktunya adalah 30 – 60 hari setelah pengobatan, sementara untuk asuransi mobil batas waktunya adalah 3 hari.  Baca Pengalaman Klaim Asuransi Allianz Supaya Dapat Tanggapan Cepat

Advertisements
  1. Dokumen Pengajuan Klaim Tidak Sesuai dengan Ketentuan

Saat mengklaim asuransi, harus ada dokumen yang disertakan. Pada asuransi mobil misalnya, yang diperlukan adalah surat kehilangan dari polisi atau foto kendaraan yang rusak. Pada asuransi kesehatan, biasanya yang diperlukan adalah surat keterangan dari dokter serta kuitansi pengobatan.

Dokumen-dokumen ini merupakan bukti yang dapat menguatkan perusahaan asuransi untuk meluluskan klaim. Jika dokumen tidak lengkap, maka semakin besar alasan perusahaan asuransi untuk menolak klaim.

  1. Polis Asuransi Sedang Berada Dalam Masa Tunggu

Saat mengikuti program asuransi, tentu tidak mungkin perusahaan asuransi meloloskan klaim di saat pembayaran premi asuransi masih berlangsung selama 1 bulan. Ada periode yang harus dilalui sebelum pemegang polis bisa mengklaim asuransinya.

Periode ini disebut dengan masa tunggu. Misal, Pak Adi baru bergabung pada 1 Januari. Pada 1 Februari, Pak Adi ingin mengklaim asuransi tersebut. Maka perusahaan asuransi akan menolak pengajuan klaim ini karena masih berada pada masa tunggu.

Itulah informasi tentang 5 penyebab klaim asuransi ditolak. Lalu bagaimana agar klaim asuransi bisa disetujui? Simak beberapa tipsnya berikut ini : Baca Cara Mencairkan Asuransi AXA Mandiri , Tahapan Sampai Dana Cair

  1. Tuliskan identitas diri secara akurat, pastikan penulisan identitas sesuai dengan KTP atau dokumen diri resmi yang lainnya.
  2. Bacalah polis asuransi dengan cermat. Dengan begitu pemegang polis akan mengetahui jenis resiko apa saja yang dapat ditanggung oleh perusahaan asuransi serta peraturan-peraturan terkait klaim asuransi.
  3. Pahami batas waktu pengajuan klaim. Ketika resiko itu terjadi, maka segera siapkan dokumen dan bukti yang diperlukan untuk mengurus klaim.
  4. Bayarkan premi asuransi secara teratur. Jangan sampai asuransi tidak dapat diklaim karena polis sedang berada dalam masa tenggang.
  5. Sebelum mendaftar asuransi, pahami dulu jenis resiko yang paling mungkin terjadi. Kemudian pilihlah jenis asuransi yang paling sesuai dengan kondisi tadi. Jangan sampai salah memilih jenis asuransi, sehingga pada saat resiko itu benar-benar terjadi, asuransi dapat diklaim.
Advertisements
error: