Berapa Lama Polis Asuransi Mobil Baru Keluar

Polis asuransi mobil merupakan bukti tertulis mengenai kesepakatan asuransi mobil antara penanggung dan tertanggung. Penanggung atau perusahaan asuransi menyatakan akan menanggung resiko yang terjadi pada mobil tertanggung, sesuai dengan kesepakatan. Sementara tertanggung berkewajiban memenuhi pembayaran premi asuransi kepada penanggung.

Berapa lama polis asuransi mobil baru keluar? Polis asuransi mobil umumnya diproses dalam waktu 3 hari. Paling lama polis asuransi diterbitkan dalam waktu 2 minggu. Apabila polis ini sudah terbit, maka asuransi mobil dapat secara resmi berjalan.

Polis asuransi merupakan dokumen yang sangat penting, apalagi ketika hendak mengajukan klaim asuransi. Jika tidak dibawa, maka bisa saja klaim yang diajukan ditolak oleh perusahaan asuransi. Polis asuransi juga menjadi dokumen bukti sah asuransi, khususnya ketika terjadi perselisihan atau sengketa.

Advertisements

Namun, apa yang terjadi apabila polis asuransi ini hilang?

Jika polis asuransi hilang, nasabah bisa membuat surat keterangan kehilangan dari kepolisian setempat. Yang dilakukan kemudian adalah pengajuan permohonan polis baru untuk menggantikan polis yang hilang tadi. Sebaiknya, polis yang hilang segera diurus agar tidak memunculkan masalah yang lebih serius.

Baca ya Apakah Kerusakan Mesin Ditanggung Asuransi

Umumnya, asuransi mobil berlaku selama 1 tahun. Apabila asuransi berakhir, maka nasabah dapat memperpanjang masa asuransi dengan melakukan perpanjangan polis. Prosedur perpanjangan polis asuransi mobil cukup mudah, yakni :

  1. Mendatangi cabang perusahaan asuransi atau melakukan perpanjangan melalui aplikasi. Saat ini ada beberapa perusahaan asuransi mobil yang memiliki aplikasi yang salah satunya dapat digunakan untuk perpanjangan polis asuransi.
  2. Setelah pengajuan perpanjangan, akan ada surveyor yang melakukan survey pada kendaraan yang akan diperpanjang polis asuransinya.
  3. Kemudian, tertanggung harus membayarkan premi asuransi. Pembayaran ini biasanya dapat dilakukan melalui transfer.
  4. Biasanya perusahaan asuransi akan meminta tetanggung melengkapi dokumen yang diperlukan untuk perpanjangan polis asuransi,
  5. Setelah itu, barulah polis asuransi yang baru dibuat dan diterima oleh tertanggung.

Sementara itu bagaimana prosedur pembuatan polis asuransi yang baru? Prosedur pembuatan polis baru adalah :

Baca dulu Beberapa Kerusakan Mobil yang Diganti Asuransi

Advertisements
  1. Pemohon mendatangi kantor cabang perusahaan asuransi mobil yang dikehendaki. Pemohon biasanya akan diminta untuk mengisi formulir dan melengkapi dokumen yang diperlukan. Dokumen yang diperlukan biasanya adalah fotokopi STNK, fotokopi KTP atau SIM serta fotokopi SIUP atau NPWP jika asuransi diatasnamakan perusahaan.
  2. Akan ada surveyor yang memeriksa kondisi mobil yang hendak diasuransikan. Surveyor ini kemudian membuat laporan survey yang nanti harus ditandatangi oleh pemohon. Proses survey ini dapat ditiadakan apabila kendaraan masih baru dan masih berada di dealer. Dalam kondisi ini, maka pemohon biasanya cukup menunjukkan Bukti Serah Terima Kendaraan.
  3. Setelahnya, pemohon akan menerima polis asuransi. Polis asuransi biasanya dikirim ke alamat rumah pemohon.
  4. Pemohon alias tertanggung kemudian berkewajiban membayarkan premi asuransi. Pembayaran premi asuransi dapat dilakukan melalui beberapa cara, salah satunya adalah transfer dan kartu kredit.

Hal-hal yang Tercantum Pada Polis Asuransi

Umumnya isi polis asuransi meliputi hal-hal berikut ini :

Baca dulu Pengertian Polis Asuransi dan Cara Memilih Polis yang Tepat

  1. Data tertanggung, berikut nama serta alamat tertanggung, masa atau periode pertanggungan serta nomor polis.
  2. Jenis perlindungan asuransi mobil. Ada 2 jenis perlindungan asuransi mobil yakni Total Loss Only (TLO) dan All Risk atau komprehensif.
  3. Data mobil tertanggung, berikut tipe, nomor polisi, tahun produksi, dan lain-lain. Data mobil tertanggung ini menjadi dasar bagi perusahaan asuransi untuk menentukan biaya pertanggungan.
  4. Pembayaran premi, yakni menyatakan biaya yang menjadi kewajiban tertanggung kepada perusahaan asuransi serta ketentuan dalam membayarkannya.
  5. Jaminan atau pertanggungan, merupakan jenis-jenis resiko yang akan ditanggung oleh perusahaan asuransi.
  6. Batasan atau pengecualian, menyatakan jenis-jenis resiko yang tidak dapat ditanggung oleh perusahaan asuransi.
  7. Kewajiban tertanggung apabila terjadi resiko, pada bagian ini dijelaskan hal-hal yang wajib dilakukan oleh tertanggung saat melakukan klaim, termasuk persyaratan dokumen yang harus dilengkapi.
  8. Cara penyelesaian ganti rugi, pada bagian ini menjelaskan mengenai tata cara pertanggungan kerugian oleh perusahaan asuransi.
  9. Penyelesaian sengketa, pada bagian ini dijelaskan tata cara penyelesaian apabila terdapat perselisihan antara perusahaan asuransi dengan tertanggung.
Advertisements
error: