Apa yang Dimaksud Tenor Dalam Deposito?

Istilah deposito mungkin sudah tidak asing lagi bagi perusahaan-perusahaan karena hampir setiap perusahaan akan menanamkan sebagian modalnya dalam bentuk deposito. Bagi kebanyakan perusahaan deposito itu merupakan investasi berjangka yang resiko kerugiannya sangatlah kecil. Menanamkan modal dalam bentuk deposito merupakan cara yang tepat jika ingin mendapatkan keuntungan yang besar.

Saat ini investasi dalam bentuk deposito tidak hanya dapat dilakukan oleh perusahaan besar saja tetapi juga bisa dilakukan oleh masyarakat biasa sekalipun. Jumlah uang yang akan ditanamkan pun tidak ditentukan besarannya. Baca Berapakah Bunga Deposito BRI Per Bulan?

Apa sebenarnya deposito itu? Mengapa banyak yang tertarik untuk menyimpan uang mereka dalam bentuk deposito? Secara umum deposito disebut juga sebagai tabungan berjangka. Jika diartikan secara luas, deposito adalah produk bank berupa simpanan berjangka yang tidak dapat ditarik atau diambil sewaktu-waktu.

Advertisements

Keuntungan apa yang akan didapatkan dari deposito ini? Keuntungan yang paling diincar oleh nasabah bank adalah suku bunga yang jumlahnya cukup besar. Semakin besar jumlah simpanan deposito maka imbalan suku bunganya pun semakin besar.

Di dalam deposito ada banyak istilah penting yang nasabah harus tau betul istilah tersebut. Tujuannya agar tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Salah satu istilah penting yang harus diketahui nasabah adalah Tenor.

Istilah Tenor mungkin sudah tidak asing lagi bagi nasabah pemilik deposito. Tapi mungkin istilah Tenor sangat asing bagi nasabah yang baru mengenal deposito.

Apa sebenarnya Tenor itu?

Advertisements

Istilah Tenor akan disebut terus menerus di dalam deposito karena sejatinya Tenor itu adalah jangka waktu yang ditentukan untuk mencairkan dana deposito. Tenor atau jangka waktu yang ditetapkan merupakan kesepakatan antara pihak bank dan nasabah pemilik rekening deposito itu sendiri.

Setiap bank memiliki tenor yang berbeda-beda. Namun pada umumnya, tenor yang ditetapkan oleh pihak bank berkisar antara 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, 12 bulan, 18 bulan, 24 bulan sampai 36 bulan.

Apa yang akan terjadi jika pencairan dana deposito dilakukan sebelum jatuh tenor? Nasabah yang melakukan pencairan dana deposito sebelum tenor akan kehilangan bunga deposito.

Sebagai contohnya, seorang nasabah pemilik deposito berjangka 3 bulan melakukan pencairan dana deposito sebelum jangka waktu 3 bulan maka nasabah tersebut harus siap untuk kehilangan sebagian atau bahkan seluruh bunga depositonya. Yang awalnya nasabah tersebut akan mendapatkan bunga yang besar namun karena pencairan yang dilakukan terlalu cepat maka yang terjadi malah sebaliknya.

Tidak hanya pencairan yang terlalu cepat saja yang akan berakibat buruk tetapi pencairan terlalu lama juga akan berakibat buruk. Ya, deposito yang tidak kunjung dicairkan padahal tenornya sudah jatuh tempo maka nasabah pemilik deposito akan dikenakan biaya penalti. Baca Apa Yang Dimaksud Dengan Deposito Berjangka?

Intinya disini nasabah pemilik deposito harus pandai di dalam mengambil atau mencairkan dana depositonya agar bisa menikmati keuntungan dari deposito itu sendiri. Maka dari itu nasabah dituntut untuk lebih memperhatikan tenor atau jangka waktu pencairan dana deposito.

Advertisements
error: