Prosedur Klaim Jaminan Kematian Jamsostek 2018 Agar Cepat Cair

Klaim Jaminan Kematian Jamsostek – Sekarang ini sangat banyak orang yang  menanyakan jaminan kematian Jamsostek, karena memang yang sering kali ditanyakan adalah bagaimana nasib peserta Jamsostek yang sudah meninggal.

Jamsostek yang sekarang sudah berganti menjadi BPJS yang bidangnya adalah ketenagakerjaan, jadi sekarang sudah berganti menjadi BPJS Ketenagakerjaan.

BPJS Ketenagakerjaan sendiri sebenarnya menanggung biaya yang timbul akibat kecelakaan kerja, dan juga menjadi sarana tabungan untuk hari tua atau masa pensiun.

Advertisements

BPJS Ketenagakerjaan di sini lebih mirip seperti asuransi karena bisa di klaim apabila terjadi kecelakaan kerja dan juga apabila dipecat dari perusahaan atau mengundurkan diri.

Konsep pada BPJS hampir sama seperti asuransi sehingga besaran dana klaim bergantung pada jumlah iuran yang sudah disetorkan.

Prosedur Klaim Jaminan kematian Jamsostek

BPJS Ketenagakerjaan sendiri merupakan lembaga negara yang berdiri dari ketetapan presiden dalam rangka menjamin para tenaga kerja secara merata kepada seluruh masyarakat Indonesia. Baca Mengurus BPJS Orang Yang Sudah Meninggal

Memang sistem kerjanya sangat berbeda dengan asuransi pada awal berdirinya BPJS Ketenagakerjaan, karena dana bisa diklaim apabila terjadi kecelakaan kerja ataupun sudah selesai masa kerja seperti pensiun.

Pada awalnya dana hari tua hanya bisa diambil pada saat usia tua, namun sekarang sudah bisa diambil ketika memang sudah berhenti bekerja.

Dengan memiliki kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, seluruh biaya yang timbul akibat kecelakaan kerja bisa ditanggung oleh BPJS Ketenagakerjaan.

Advertisements

Seperti misalnya kecelakaan kerja sampai cacat ataupun meninggal akan ada dana untuk menjamin peserta dan juga keluarganya. Baca Keluhan Nasabah Prudential

Kebanyakan orang Indonesia masih terbiasa dengan asuransi kebanyakan jadi cukup banyak orang yang menanyakan jaminan kematian Jamsostek yang akan didapatnya dari BPJS Ketenagakerjaan.

Memang dari BPJS Ketenagakerjaan memiliki dana untuk peserta yang meninggal baik itu karena kecelakaan kerja maupun yang lainnya.

Besarannya pun cukup besar dan tidak terpengaruh dari jumlah iuran yang diberikan, karena santunan yang diberikan di luar dari klaim jaminan hari tua.

Santunan diberikan secara langsung keseluruhan yang mana sebenarnya terbagi menjadi 3 dana yaitu dana santunan kematian, dana pemakaman, dan dana santunan untuk beberapa bulan yang diberikan secara langsung.

Jadi untuk BPJS Ketenagakerjaan inilah yang akan memberikan santunan pada peserta yang meninggal.

Bila peserta BPJS Ketenagakerjaan ada yang meninggal dunia maka diharapkan keluarga langsung menyampaikan ke BPJS untuk kemudian dinonaktifkan kepesertaannya.

Penonaktifan ini diperlukan untuk supaya santunan dan juga jaminan kematian dapat segera diberikan kepada keluarga peserta BPJS Ketenagakerjaan. Baca Penyebab Klaim Asuransi Prudential Susah

Untuk menonaktifkan kepesertaan harus mendatangi kantor cabang BPJS terdekat dengan membawa semua persyaratan yang diperlukan, karena klaim jaminan ini belum bisa dilakukan secara online.

Memang ada jaminan kematian Jamsostek diberikan oleh BPJS Ketenagakerjaan yang memang diperuntukkan untuk menjamin masyarakat yang bekerja dan keluarganya.

Advertisements
error: