Cara Mengurus BPJS Orang Yang Sudah Meninggal di Kantor 2017

Ada cukup banyak masyarakat yang mencari tahu tentang cara mengurus bpjs orang yang sudah meninggal di kantor.

Seperti yang diketahui bahwa BPJS Kesehatan adalah jaminan kesehatan dari pemerintah untuk masyarakat agar bisa mendapatkan layanan kesehatan yang mumpuni.

Namun, perlu diingat bahwa jaminan kesehatan tidak menanggung risiko kematian seperti asuransi swasta pada umumnya.

Advertisements

Karena BPJS kesehatan hanya memberikan layanan kesehatan seperti pengobatan, perawatan, rawat inap, dan lain sebagainya.

Peserta BPJS juga diharuskan untuk membayar iuran setiap bulan, kecuali peserta BPJS PBI (Penerima Bantuan Iuran).

Cara Mengurus BPJS Orang yang Sudah Meninggal

Saat ada peserta yang diketahui meninggal dunia, maka sudah kewajiban pihak keluarga untuk memberikan laporan langsung di kantor BPJS Kesehatan agar akun peserta yang bersangkutan dapat segera ditutup.

Karena apabila pelaporan tidak dilakukan maka akun peserta akan tetap aktif sehingga yang bersangkutan harus membayarkan tagihan iuran per bulan sebagaimana biasanya walaupun sudah meninggal dunia.

Dana iuran BPJS kesehatan tidak bisa dicairkan atau diwariskan. Karena program kesehatan pemerintah ini hanya menanggung semua biaya kesehatan saat pesertanya dalam kondisi hidup.

Besar kecilnya iuran yang harus dibayarkan akan disesuaikan dengan fasilitas kesehatan yang dipilih. BPJS yang diketahui memberikan jaminan kepada pesertanya sampai meninggal adalah BPJS Ketenagakerjaan.

Asuransi ini memberikan jaminan untuk para tenaga kerja. Nah, iuran BPJS Ketenagakerjaan dapat diambil layaknya jaminan pensiun, jaminan kematian atau jaminan hari tua.  Lalu bagaimana cara mengurus bpjs orang yang sudah meninggal di kantor? Baca Gimana Jika Peserta BPJS Mandiri Meninggal Dunia

Advertisements

BPJS Ketenagakerjaan memang cukup memberikan rasa nyaman dan aman kepada para pekerjanya. BPJS Ketenagakerjaan akan memberikan perlindungan terhadap para pegawai di Indonesia terkait dengan risiko sosial ekonomi yang mungkin akan dihadapi.

Peserta BPJS KT yang sudah meninggal dunia dapat mengambil semua saldonya secara keseluruhan layaknya uang pertanggungan asuransi yang ditawarkan pihak swasta.

Untuk mendapatkannya, maka ahli waris atau anggota keluarga harus mempersiapkan beberapa dokumen seperti:

  1. Paklaringa atau Surat Keterangan yang dibuat oleh pihak perusahaan tempat peserta BPJS bekerja
  2. Kartu BPJS Ketenagakerjaan kepunyaan almarhum
  3. KTP atau SIM milik ahli waris
  4. Kartu Keluarga
  5. KTP atau SIM milik almarhum
  6. Buku Tabungan milik ahli waris
  7. Surat Keterangan tentang Ahli Waris yang dibuat oleh Kepala Desa atau Lurah setempat
  8. Surat keterangan kematian yang didapat dari Kepolisian, Kelurahan atau Rumah sakit.

Semua dokumen yang disebutkan di atas harus difotocopy sebanyak satu lembar. Pastikan jika fotocopy Surat Kematian sudah dilegalisir secara langsung oleh pihak kepolisian/rumah sakit/ kelurahan.

Termasuk dengan fotocopy dari Surat Keterangan tentang Ahli Waris yang harus dilegalisir langsung oleh pihak Kepala desa atau Lurah setempat. Baca Claim Pengguna BPJS Meninggal

Meskipun semua di fotocopy, Ahli waris tetap harus membawa semua dokumen aslinya. Setelah mempersiapkan semua dokumen, barulah Anda datang ke kantor BPJS yang diarahkan untuk mengikuti tahapan terkait cara mengurus bpjs orang yang sudah meninggal di kantor.

Advertisements